Saturday, May 2, 2009

The Future of Management


Category : Books
Genre : Business & Investing
Author : Gary Hamel

Bayangkan sebuah perusahaan dimana kinerja karyawan ditentukan oleh rekan-rekan sejawatnya, sebuah perusahaan dimana tekanan pekerjaan justru datang dari rekan sejawat. Sebuah perusahaan yang terdiri dari tim-tim kecil yang saling bersaing satu sama lain untuk bisa menghasilkan profit terbesar bagi perusahaannya. Sebuah perusahaan yang menerapkan prinsip transparansi untuk kompensasi bagi karyawannya.

Dan bagaimana bila dikatakan bahwa perusahaan ini menghasilkan sales hingga $ 6 trilyun setahun dan mengoperasikan hingga 194 toko. Selama 15 tahun dari semenjak IPO di 1992, perusahaan ini telah mengalami kenaikan nilai saham hingga 3000 persen. Ia disebut sebagai perusahaan retail makanan Amerika paling menguntungkan bila diukur dengan profit per meter persegi. Namanya adalah Whole Foods Market, retail makanan organik terkemuka di Amerika.

Ada juga cerita soal perusahaan manufaktur mobil di Amerika yang membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk menyadari apa yang membuat Toyota menjadi perusahaan yang memiliki sistem manufaktur yang hyperefficient. Kisah dimulai dari 20 tahun lalu, dimana mereka mencoba mengirimkan karyawan mereka untuk belajar secara langsung dari Toyota di Jepang. Setelah laporan dikeluarkan, mereka malah tidak mau mempercayai bahwa ada perusahaan yang mampu untuk menghasilkan produk dengan tingkat defects (cacat) yang sangat kecil. Butuh waktu 5 tahun sehingga mereka menyadari bahwa Toyota memang unggul dari mereka.

5 tahun berikutnya mereka habiskan dengan beralasan bahwa Toyota bisa seperti itu karena kultur masyarakat Jepang yang khas. Akan tetapi, begitu Toyota berhasil memindahkan operasi perusahaannya ke Amerika dengan level yang sama dengan menggunakan karyawan dari AS, maka mereka pun kembali terdiam. 5 tahun berikutnya mereka habiskan dengan mempelajari sistem operasi Toyota secara lebih detail. Hanya saja, walaupun kemudian mereka telah berusaha untuk mencontek sistem ini, tetap saja mereka tidak bisa menyamai level yang telah diperoleh Toyota. Baru di 5 tahun setelahnya, mereka menyadari bahwa kesuksesan Toyota adalah akibat prinsip-prinsip organisasi yang dipunyainya – Toyota memiliki kemampuan continous improvement dengan mengandalkan karyawan2 yang dipunyainya sebagai ujung tombak pemecah masalah. Makanya sistem produksinya dikenal dengan nama ”Thinking people system.”

Kutipan cerita itu semua adalah kutipan yang diambil dari buku terbaru Gary Hamel, Future of Management. Gary Hamel yang terkenal dengan bukunya ”Leading the Revolution” ini bisa dikatakan pakarnya inovasi manajemen. Bahkan buku ini disebut oleh editor di Amazon.com sebagai buku bisnis terbaik 2007.

Secara umum, buku ini terbagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama, Why Management Innovation Matters, adalah inti ide dari Hamel. Bagian kedua, Management Innovation in Action, sarat dengan contoh-contoh inspiratif akan inovasi manajemen. Kita bisa dapati kasus Whole Foods Market seperti di atas, juga ada kasus W.L Gore&Associates, yang menggunakan istilah leader ketimbang bos, dan juga kasus Google, yang punya formula 70-20-10, artinya 70% untuk urusan layanan basis bisnis, 20% untuk pengembangan layanan dan 10% untuk berbagai layanan.

Bagian ketiga, Imaging the future of management, mengajak pembacanya untuk berpikir aspek manajemen mana yang harus kita pikirkan ulang. Bagian terakhir, Building the future of management, berisikan tuntunan praktis sebagai panduan untuk berinovasi dalam manajemen.

Ide-ide yang ada di buku ini memang sangat inspiratif. Ketika banyak orang mengatakan business model adalah yang paling penting, maka Gary mengatakan bahwa itu saja tidak cukup. Di atas inovasi business model, dan juga inovasi produk/jasa serta operational, adalah inovasi dari sisi manajemen.

Secara umum, buku ini sangat worth to read, baik oleh akademisi maupun praktisi bisnis. Isinya memang lebih berat dibandingkan buku Gary sebelumnya, Leading The Revolution, yang lebih kaya akan contoh-contoh praktis. Yah, bisa jadi nantinya future of management bukan lagi hanya berkiblat pada dunia barat. Siapa tahu Indonesia nantinya bisa jadi sumber dari masa depan itu...:)

Gud luck for the reading...

No comments:

Post a Comment